Ringkasan: Jalan di bantaran Kali Sunter, Pulo Gadung, Jakarta Timur, ambles sejak Maret–April 2026 dan meluas hingga sekitar 100 meter tanpa perbaikan permanen. Pada 7 Juli 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Bina Marga untuk segera turun tangan.
Apa yang Terjadi pada Jalan Ambles di Pulo Gadung?

Jalan Cinta di RT 011/RW 03, Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, ambles di sepanjang bantaran Kali Sunter sejak sekitar Maret 2026. Warga menyebut kerusakan terus melebar setiap hari hingga mencapai panjang sekitar 100 meter dengan lebar sekitar 6 meter, dan sebagian badan jalan miring hingga mendekati 90 derajat ke arah kali.
Mengapa Kasus Ini Jadi Sorotan?

Kasus ini menyita perhatian publik karena kerusakan dibiarkan selama lebih dari lima bulan meski warga sudah berulang kali melapor — mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, wali kota, hingga rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Ketua RT 11/RW 03 Pulogadung, Warjo Prianto, menggambarkan proses ini sebagai birokrasi yang saling lempar tanggung jawab antarinstansi, sementara akses warga menuju permukiman dan aktivitas ekonomi ikut terganggu. Kendaraan roda empat harus memutar, sedangkan hanya sepeda motor dan pejalan kaki yang masih bisa melintas.
Warga juga mengkhawatirkan risiko kecelakaan lalu lintas jika kerusakan terus dibiarkan meluas ke arah badan jalan yang masih aktif digunakan.
Kronologi Singkat Jalan Ambles Pulo Gadung

| Periode | Peristiwa | Sumber |
|---|---|---|
| Feb–Mar 2026 | Alat berat (beko) besar mengeruk Kali Sunter di dekat lokasi; retakan kecil mulai muncul | Liputan6.com |
| Maret 2026 | Jalan mulai ambles; warga meminta pengerukan dihentikan | Liputan6.com, Wartakotalive.com |
| April–Juni 2026 | Kerusakan meluas hingga hampir 100 meter; warga menutup akses untuk mobil demi keamanan | Koran Jakarta, ANTARA News |
| 6 Juli 2026 | Ketua RT 11/RW 03 menyatakan sudah lima bulan tanpa realisasi perbaikan | Tribunjakarta.com |
| 7 Juli 2026 | Gubernur Pramono Anung memerintahkan Dinas SDA dan Bina Marga segera menangani, termasuk pemasangan bronjong | Kompas.com, ANTARA News |
Siapa yang Bertanggung Jawab Menangani Perbaikan?
| Pihak | Peran | Status Terbaru |
|---|---|---|
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung | Memerintahkan percepatan penanganan lintas dinas | Instruksi diberikan 7 Juli 2026, belum ada target waktu penyelesaian |
| Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta | Pemegang kewenangan proyek karena lokasi di bantaran kali; bertanggung jawab atas pemasangan bronjong | Diminta berkoordinasi dengan Bina Marga |
| Dinas Bina Marga DKI Jakarta | Dilibatkan untuk mempercepat proses perbaikan jalan | Baru dilibatkan usai instruksi gubernur |
| Pemkot Jakarta Timur (Wali Kota Munjirin) | Menyebut perbaikan permanen di luar kewenangannya; sudah memasang dolken sementara | Penanganan sementara sudah berjalan, menunggu proyek permanen dari SDA |
| Warga RT 11/RW 03 (Ketua RT Warjo Prianto) | Melapor berulang kali sejak kerusakan muncul | Masih menunggu kepastian jadwal perbaikan |
Apa Penyebab Jalan di Pulo Gadung Ambles?
Warga sekitar menduga penyebab utama adalah aktivitas pengerukan Kali Sunter menggunakan alat berat berukuran besar yang beroperasi di dekat badan jalan sebelum Ramadan 2026. Menurut penuturan warga kepada Liputan6.com, retakan kecil muncul beberapa bulan setelah alat berat itu bekerja, sebelum akhirnya berkembang menjadi amblesan yang terus meluas ke arah kali. Pemerintah Kota Jakarta Timur sendiri menyebut penanganan permanen — termasuk pemasangan bronjong penahan tanah — berada di luar kewenangan pemerintah kota karena termasuk proyek berskala besar milik Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta.
Langkah Penanganan Pemprov DKI Jakarta Terbaru
- Instruksi langsung dari gubernur: Pramono Anung menyatakan telah memerintahkan Dinas SDA untuk segera menyelesaikan perbaikan, sekaligus bekerja sama dengan Dinas Bina Marga.
- Pemasangan bronjong: Perbaikan permanen akan mencakup pemasangan bronjong, struktur anyaman kawat berisi batu, untuk menahan pergerakan tanah di bantaran kali.
- Penanganan sementara oleh Sudin SDA Jaktim: Sebelum instruksi gubernur turun, Suku Dinas SDA Jakarta Timur sudah memasang dolken di titik retakan sebagai langkah pengamanan awal.
- Koordinasi lintas dinas: Wali Kota Jakarta Timur menegaskan pembangunan permanen tetap menjadi kewenangan Dinas SDA Provinsi, sehingga koordinasi antarinstansi jadi kunci agar penanganan tidak lagi tertunda.
Hingga artikel ini diperbarui, Pemprov DKI belum mengumumkan target waktu penyelesaian perbaikan secara resmi.
Konteks: Bagian dari Tantangan Infrastruktur Jalan di Jakarta
Kasus jalan ambles Pulo Gadung menambah daftar persoalan infrastruktur jalan di Jakarta yang tengah ditangani Pemprov DKI, mulai dari proyek pelebaran jalan di berbagai wilayah hingga pembangunan flyover Latumeten yang ditargetkan rampung Desember 2026 untuk mengurai kemacetan di Jakarta Barat. Di sisi kebijakan mobilitas, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan skema Electronic Road Pricing (ERP) di kawasan Thamrin-Kuningan yang dijadwalkan beroperasi mulai 2028 sebagai bagian dari strategi jangka panjang menekan kepadatan lalu lintas ibu kota.
Persoalan serupa — jalan rusak akibat pekerjaan di sekitar badan air atau proyek infrastruktur — juga terjadi di daerah lain. Di Palembang misalnya, pelebaran Jalan Parameswara yang ditargetkan mulai 2027 juga disiapkan sebagai solusi jangka panjang mengatasi kemacetan, menunjukkan pola serupa di mana proyek infrastruktur daerah memerlukan koordinasi lintas dinas agar tidak menimbulkan masalah baru bagi warga.
FAQ — Jalan Ambles Pulo Gadung
Di mana lokasi jalan ambles yang viral di Pulo Gadung?
Jalan Cinta, RT 011/RW 03, Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, tepat di bantaran Kali Sunter.
Sudah berapa lama jalan ambles Pulo Gadung tidak diperbaiki?
Warga menyebut kerusakan sudah berlangsung sekitar lima bulan sejak Maret 2026 hingga pernyataan Gubernur Pramono Anung pada 7 Juli 2026, tanpa perbaikan permanen.
Siapa yang bertanggung jawab memperbaiki jalan ambles ini?
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memegang kewenangan utama karena lokasi berada di bantaran kali, kini bekerja sama dengan Dinas Bina Marga atas instruksi Gubernur Pramono Anung.
Ditulis oleh Tim Redaksi winrip-ibrd, disusun berdasarkan liputan Kompas.com, ANTARA News, Liputan6.com, Tribunjakarta/Wartakotalive.com, Okezone, dan Koran Jakarta.