Ringkasan: Pemprov DKI Jakarta menata ulang trotoar Jalan HR Rasuna Said sepanjang 3,8 km dengan anggaran sekitar Rp102 miliar. Proyek ini membongkar 109 tiang monorel mangkrak dan ditarget rampung Juni 2026, dengan Sudirman-Thamrin dijadikan tolok ukur kualitas pedestrian.

Apa itu Revitalisasi Trotoar Rasuna Said?

Revitalisasi Trotoar Jalan Rasuna Said 2026: Progres, Anggaran, dan Target Setara Sudirman-Thamrin

Revitalisasi trotoar Rasuna Said adalah proyek penataan ulang jalur pejalan kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta di bawah Gubernur Pramono Anung. Proyek ini mencakup pelebaran trotoar hingga 7 meter dan pembongkaran tiang-tiang monorel yang mangkrak selama puluhan tahun.

Mengapa Rasuna Said Direvitalisasi Sekarang?

Revitalisasi Trotoar Jalan Rasuna Said 2026: Progres, Anggaran, dan Target Setara Sudirman-Thamrin

Kawasan Rasuna Said adalah salah satu koridor bisnis utama Jakarta, tapi selama puluhan tahun pemandangannya terganggu oleh 109 tiang monorel mangkrak — sisa proyek monorel Jakarta yang dihentikan sejak era Gubernur Sutiyoso karena perubahan kebijakan di tingkat pusat. Pramono menyebut secara terbuka bahwa ia telah meminta izin kepada Sutiyoso sebelum membongkar tiang-tiang tersebut, sebagai bentuk penghormatan pada proyek pendahulunya.

Pembersihan tiang mulai dikerjakan awal 2026, beriringan dengan pelebaran jalur pejalan kaki. Tujuannya dua arah: menghilangkan simbol proyek mangkrak sekaligus mendorong warga berjalan kaki atau memakai transportasi publik alih-alih kendaraan pribadi — sejalan dengan strategi Pemprov DKI memperluas infrastruktur non-kendaraan bermotor di kawasan bisnis strategis seperti Thamrin-Kuningan, yang juga tengah disiapkan untuk skema jalan berbayar elektronik pada 2028.

Data Proyek: Angka-Angka yang Perlu Diketahui

Revitalisasi Trotoar Jalan Rasuna Said 2026: Progres, Anggaran, dan Target Setara Sudirman-Thamrin
MetrikNilaiSumberPeriode
Panjang trotoar direvitalisasi±3,8 kmKumparan, NTVNews2026
Lebar trotoar baru±7 meterBeritajejakfakta2026
Jumlah tiang monorel dibongkar109 tiangBeritajejakfaktaJan–Apr 2026
Estimasi anggaran±Rp102 miliarSuara.com2026
Target peresmian22 Juni 2026 (HUT ke-499 Jakarta)NTVNews, Detik2026
Mulai pembongkaran tiangAwal Januari 2026Sindonews2026

Angka anggaran dan panjang trotoar di atas berbeda-beda sedikit antar media saat proyek masih berjalan — wajar untuk proyek yang belum tuntas serah terima, jadi anggap sebagai estimasi berjalan, bukan angka final BAST (Berita Acara Serah Terima).

Dampak di Lapangan: Kemacetan Sementara jadi Konsekuensi

Revitalisasi Trotoar Jalan Rasuna Said 2026: Progres, Anggaran, dan Target Setara Sudirman-Thamrin

Pramono sendiri mengakui proyek ini membawa efek samping berupa penyempitan jalur kendaraan dan kemacetan di sekitar Rasuna Said selama masa pengerjaan. Pagar pembatas proyek yang dipasang di bekas lokasi tiang monorel membuat sejumlah titik jalan menyempit, dan keluhan warga soal kemacetan sempat ramai di media sosial pada April 2026.

Pola ini bukan hal baru di Jakarta — proyek infrastruktur besar hampir selalu menimbulkan gangguan mobilitas jangka pendek sebelum manfaat jangka panjangnya terasa. Situasi serupa juga terlihat pada penanganan jalan ambles di Pulo Gadung dan proyek flyover Latumeten di Jakarta Barat, yang sama-sama mengorbankan kenyamanan jangka pendek demi solusi kemacetan jangka panjang.

Mengapa Sudirman-Thamrin Jadi Standar Perbandingan?

Revitalisasi Trotoar Jalan Rasuna Said 2026: Progres, Anggaran, dan Target Setara Sudirman-Thamrin

Trotoar Sudirman-Thamrin sudah lebih dulu direvitalisasi tuntas pada 2018, menjelang Asian Games, dengan panjang sekitar 4,3 km di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan saat itu. Sejak saat itu, koridor tersebut menjadi rujukan standar trotoar ramah pejalan kaki di Jakarta — lebar, rata, dilengkapi jalur pemandu untuk disabilitas, dan bebas hambatan pedagang kaki lima.

Pramono berulang kali menyebut ingin membuat Rasuna Said “tidak kalah dengan Sudirman-Thamrin”. Ini penting dipahami: Sudirman-Thamrin bukan sedang direvitalisasi ulang di 2026 — statusnya adalah proyek yang sudah selesai dan dipakai sebagai tolok ukur kualitas untuk proyek trotoar baru seperti Rasuna Said.

Cara Kerja Proyek — Tahapan yang Sudah Dilalui

Revitalisasi Trotoar Jalan Rasuna Said 2026: Progres, Anggaran, dan Target Setara Sudirman-Thamrin
  1. Perencanaan dan pengumuman (Oktober 2025): Pramono mengumumkan rencana pembersihan tiang monorel dan pelebaran Rasuna Said akan dimulai awal Januari 2026.
  2. Pembongkaran tiang monorel (Januari–April 2026): 109 tiang mangkrak dibongkar bertahap di sepanjang koridor.
  3. Pelebaran dan penataan trotoar (berjalan hingga pertengahan 2026): Jalur pejalan kaki diperlebar hingga 7 meter, disertai penataan taman dan elemen pedestrian.
  4. Penanganan dampak lalu lintas: Pemprov DKI mengatur ulang jalur sementara untuk menekan kemacetan akibat penyempitan ruas jalan di titik proyek.
  5. Target peresmian (22 Juni 2026): Direncanakan bertepatan dengan HUT ke-499 Jakarta sebagai simbol capaian pembangunan kota.

FAQ — Revitalisasi Trotoar Rasuna Said

Apa itu revitalisasi trotoar Rasuna Said?

Proyek penataan ulang jalur pejalan kaki sepanjang 3,8 km di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, mencakup pelebaran trotoar dan pembongkaran 109 tiang monorel mangkrak, digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Kapan proyek ini ditargetkan selesai?

Pemprov DKI menargetkan peresmian pada 22 Juni 2026, bertepatan dengan HUT ke-499 Jakarta — meski beberapa laporan lapangan pada April 2026 menunjukkan pengerjaan masih berlangsung dan berpotensi mundur dari target awal.

Berapa anggaran proyek revitalisasi Rasuna Said?

Berdasarkan laporan media per April 2026, anggaran diperkirakan sekitar Rp102 miliar — angka ini masih estimasi berjalan, bukan angka final serah terima proyek.


Explore More

5 Bulan Jalan Ambles Pulo Gadung Dibiarkan, Pramono Turun Tangan

image 3 WINRIP IBRD

Ringkasan: Jalan di bantaran Kali Sunter, Pulo Gadung, Jakarta Timur, ambles sejak Maret–April 2026 dan meluas hingga sekitar 100 meter tanpa perbaikan permanen. Pada 7 Juli 2026, Gubernur DKI Jakarta

Proyek Tambak Garam Nasional: Penolakan Cipayung Plus terhadap Gibran di NTT

Garam

winrip-ibrd – Kedatangan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk meresmikan proyek tambak garam nasional di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak jadi sorotan publik setelah kelompok Cipayung Plus menyatakan penolakan.

Indonesia Perkuat Kemandirian Energi Nasional: Strategi Menuju Ketahanan Nasional

Indonesia

winrip-ibrd – Kemandirian energi kini menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional Indonesia. Di tengah ketidakpastian global mulai dari fluktuasi harga minyak dunia, krisis energi di berbagai negara,