Ringkasan: Kementerian PKP mencatat penyaluran KUR Perumahan Rp29,1 triliun kepada 119.790 debitur per 31 Oktober 2026. Sekitar dua pertiga dana mengalir ke sisi permintaan (terutama renovasi rumah). Tapi realisasi baru sekitar 71,6% dari target teknis Rp40,67 triliun, dan sisa waktu tinggal dua bulan.
KUR Perumahan Tembus Rp29,1 Triliun per 31 Oktober, 119790 Debitur adalah capaian yang disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati. Menurut ANTARA, kredit ini adalah instrumen untuk mengejar Program 3 Juta Rumah. Artikel ini membedah angkanya, skemanya, dan hal yang belum terjawab.
Apa itu KUR Perumahan?

KUR Perumahan, secara resmi Kredit Program Perumahan (KPP), adalah Kredit Usaha Rakyat dengan subsidi bunga untuk sektor perumahan. Skemanya punya dua jalur. Jalur penyediaan (supply) untuk UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan. Jalur permintaan (demand) untuk perorangan yang membeli, membangun, atau merenovasi rumah. Penyalurannya lewat bank penyalur yang bekerja sama dengan pemerintah.
Pemerintah mengumumkan skema ini pada Juli 2025. Menurut Bisnis.com, aturannya membagi KUR Perumahan menjadi dua jalur tersebut. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut anggarannya sudah tersedia hingga 2026.
Mengapa KUR Perumahan Penting di 2026?

KUR Perumahan adalah salah satu dari empat pilar pembiayaan Program 3 Juta Rumah di APBN 2026. Menurut Kontan, pemerintah menyediakan Rp58 triliun dalam APBN 2026 untuk program tersebut. Dana itu difokuskan pada FLPP, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), PPN DTP rumah komersial, dan Kredit Program Perumahan.
Program ini punya skala besar. Data yang dikutip Bisnis.com menyebut realisasi program perumahan nasional dari Januari 2025 hingga 15 Oktober 2026 mencapai 1,79 juta unit. Rinciannya 1,1 juta rumah baru dan 686.163 renovasi rumah tidak layak huni.
Di antara pilar lainnya, KUR Perumahan punya kekhasan. FLPP membiayai KPR subsidi untuk pembeli rumah. KUR Perumahan masuk lewat dua pintu sekaligus: pengembang kecil dan pemilik rumah yang ingin renovasi. Kementerian PKP juga mengaitkan percepatan penyaluran dengan sisa tahun anggaran 2026 yang tinggal sekitar dua bulan, menurut inilah.com.
Isu pembiayaan perumahan ini bersinggungan dengan pembiayaan infrastruktur lain. Untuk konteksnya, baca ulasan kami tentang dorongan pelibatan swasta dalam proyek infrastruktur lewat KPBU.
Berapa Realisasi KUR Perumahan per 31 Oktober 2026?

Realisasi KUR Perumahan per 31 Oktober 2026 adalah Rp29,1 triliun untuk 119.790 debitur. Sisi permintaan menyerap Rp19,13 triliun untuk 115.670 debitur. Sisi penyediaan menyerap Rp10,03 triliun untuk 4.120 debitur. Rincian ini disampaikan Sri Haryati dan dilaporkan ANTARA, IDXChannel, dan Liputan6.
| Jalur | Nilai | Debitur | Sumber |
| Demand (perorangan) | Rp19,13 triliun | 115.670 | ANTARA, Liputan6 |
| Supply (pengembang UMKM) | Rp10,03 triliun | 4.120 | ANTARA, Liputan6 |
| Total | Rp29,1 triliun | 119.790 | Kementerian PKP |
Catatan angka: penjumlahan dua komponen menghasilkan Rp29,16 triliun, sedikit di atas angka total yang diumumkan. Selisihnya kemungkinan karena pembulatan. Kami memakai angka total resmi Rp29,1 triliun.
Soal tanggal: ANTARA dan Liputan6 mengutip pernyataan Sri Haryati pada Minggu, 1 November 2026. IDXChannel memuatnya Senin, 2 November. Datanya sama, yaitu posisi per 31 Oktober.
Analisis Redaksi: Apa Arti Angka Rp29,1 Triliun?

Catatan metode: Bagian ini adalah hitungan redaksi dari data publik Kementerian PKP yang dilaporkan media. Ini bukan data primer dari penyalur kredit. Setiap angka dasarnya kami cantumkan sumbernya.
Kami menyusun lini masa dari laporan-laporan yang terbit sepanjang 2026.
| Posisi data | Realisasi | Debitur | Sumber |
| Akhir Februari 2026 | Rp6,10 triliun | n/a | Bisnis.com |
| 20 Juni 2026 | Rp19,2 triliun | n/a | Kontan |
| Laporan 16 September 2026 | Rp25,29 triliun | n/a | RRI |
| 18 Oktober 2026 | Rp27,74 triliun | 115.897 | Periskop (laporan PKP) |
| 25 Oktober 2026 | Rp28,34 triliun | 117.946* | Investortrust |
| 31 Oktober 2026 | Rp29,1 triliun | 119.790 | ANTARA |
*Jumlah debitur 25 Oktober adalah hasil penjumlahan kami: 113.994 (demand) + 3.952 (supply).
Dari tabel itu, hitungan kami menghasilkan lima temuan.
1. Kecepatan melambat setelah paruh pertama. Dari 16 September ke 31 Oktober, penyaluran naik Rp3,81 triliun. Itu sekitar Rp2,5 triliun per bulan, jauh di bawah laju Februari hingga Juni. Perhitungan ini kasar, sebab tanggal data laporan 16 September tidak dirinci sumbernya.
2. Rata-rata ticket size berbeda jauh. Demand: Rp19,13 triliun dibagi 115.670 debitur, sekitar Rp165 juta per debitur. Supply: Rp10,03 triliun dibagi 4.120 debitur, sekitar Rp2,43 miliar per debitur. Keduanya masih di dalam plafon masing-masing jalur.
3. Jalur demand lebih ramai, jalur supply lebih besar per kepala. Demand mencakup 96,6% debitur, tetapi hanya sekitar dua pertiga dana.
4. Renovasi mendominasi demand. Per 25 Oktober, Investortrust melaporkan renovasi mencapai Rp13,85 triliun untuk 93.296 debitur. Dari total demand Rp18,73 triliun, itu sekitar 74%. Rata-rata per debitur sekitar Rp148 juta.
5. Kenaikan satu minggu terakhir. Dari 25 ke 31 Oktober, penyaluran naik Rp0,76 triliun dan 1.844 debitur. Menariknya, pertambahan nilai terbagi hampir rata: sekitar Rp0,40 triliun dari demand dan Rp0,43 triliun dari supply.
Seberapa Jauh dari Target? Tiga Angka yang Sering Tertukar

Pembaca mudah salah menghitung capaian karena ada tiga angka target berbeda yang beredar. Kami pisahkan di bawah ini.
| Angka | Arti | Sumber |
| Rp130 triliun | Rencana plafon skema KUR Perumahan (Rp117 triliun supply, Rp13 triliun demand), diumumkan 2025 | Bisnis.com, Sep 2025 |
| Rp40,67 triliun | Target teknis penyaluran KPP 2026 menurut laporan PKP | Investortrust, Periskop |
| Rp50 triliun | Alokasi 2026 yang ditambah pemerintah | Kontan, IDXChannel |
Pembandingnya menentukan kesimpulan. Terhadap target teknis Rp40,67 triliun, realisasi Rp29,1 triliun setara sekitar 71,6% dan menyisakan selisih Rp11,57 triliun, menurut hitungan Periskop. Terhadap alokasi Rp50 triliun, hitungan kami menghasilkan sekitar 58,2%.
Kemudian ada soal laju. Realisasi Januari hingga Oktober rata-rata sekitar Rp2,91 triliun per bulan. Untuk menutup selisih Rp11,57 triliun dalam dua bulan, butuh sekitar Rp5,79 triliun per bulan, hampir dua kali lipat. Ini perhitungan kami, bukan proyeksi pemerintah. Pemerintah sendiri meminta bank Himbara, BPD, dan bank swasta menambah kontribusi.
Bagaimana Skema KUR Perumahan Bekerja?

Skema KUR Perumahan punya dua jalur dengan plafon dan subsidi bunga berbeda. Jalur supply untuk UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan, dengan plafon Rp500 juta sampai Rp5 miliar dan subsidi bunga 5%. Jalur demand untuk perorangan dengan plafon Rp10 juta sampai Rp500 juta untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah.
| Aspek | Jalur Supply | Jalur Demand |
| Sasaran | UMKM pengembang, kontraktor, pedagang bahan bangunan | UMKM/perorangan |
| Plafon | Rp500 juta sampai Rp5 miliar | Rp10 juta sampai Rp500 juta |
| Subsidi bunga | 5% tetap per tahun | Berbeda per sumber (lihat catatan) |
| Penggunaan | Pembangunan dan penyediaan rumah | Beli, bangun, atau renovasi rumah |
Soal subsidi supply, Bisnis.com mengutip contoh Airlangga: bila bunga bank 11%, UMKM kontraktor membayar 6%. Bila bank memberi 12%, yang dibayar 7%.
Catatan data yang berbeda antarsumber. Untuk jalur demand, laporan media menyebut dua angka untuk dua rentang plafon: 10% (Rp10 sampai 100 juta) dan 5,5% (Rp100 sampai 500 juta). Investortrust menyebutnya sebagai bunga per tahun, sedangkan IDXChannel menyebutnya sebagai subsidi bunga. Karena maknanya bertolak belakang, kami tidak menyimpulkan beban bunga akhir. Pastikan langsung ke bank penyalur sebelum menghitung cicilan.
Soal penyalur, Periskop mencatat KUR Perumahan didukung 29 bank penyalur hingga awal Oktober. Menurut laporan PKP yang dikutip Periskop, BTN menyalurkan Rp6,03 triliun kepada 9.123 debitur. Bisnis.com melaporkan BRI mencatat KPP Rp12 triliun untuk 83.210 debitur per 8 September 2026.
7 Fakta Kunci KUR Perumahan per 31 Oktober 2026

- Rp29,1 triliun tersalur kepada 119.790 debitur (Kementerian PKP via ANTARA).
- Rp19,13 triliun ke jalur demand untuk 115.670 debitur (ANTARA).
- Rp10,03 triliun ke jalur supply untuk 4.120 debitur (ANTARA).
- Target teknis 2026 Rp40,67 triliun, realisasi sekitar 71,6% (Periskop).
- Renovasi mendominasi demand: Rp13,85 triliun per 25 Oktober (Investortrust).
- 29 bank penyalur per awal Oktober 2026 (Periskop).
- Subsidi bunga jalur supply 5%, plafon hingga Rp5 miliar (Bisnis.com, Investortrust).
Cara Mengajukan KUR Perumahan, Langkah demi Langkah
Cara mengajukan KUR Perumahan: 1) tentukan jalur supply atau demand, 2) siapkan dokumen identitas dan usaha, 3) ajukan ke bank penyalur, 4) ikuti survei dan analisis bank, 5) tanda tangani akad dan terima pencairan.
- Tentukan jalur. Pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan masuk jalur supply. Pembeli, pembangun, dan perenovasi rumah masuk jalur demand. Menurut Kontan, jalur demand dalam rancangan awal hanya untuk pelaku UMKM.
- Siapkan dokumen. Sumber sekunder menyebut KTP, NPWP, NIB, dan laporan keuangan sederhana. Daftar pastinya ditentukan bank penyalur, jadi konfirmasi dulu.
- Pilih bank penyalur. Ada 29 bank, termasuk bank Himbara. Bandingkan ketentuan bunga dan tenor yang berlaku di masing-masing bank.
- Ikuti analisis kredit. Bank menilai kelayakan usaha dan rencana penggunaan dana. Jangka waktu proses berbeda antarbank.
- Akad dan pencairan. Cermati bunga akhir, tenor, dan jadwal angsuran sebelum menandatangani.
Pastikan peruntukan dana sesuai jalur yang dipilih. Pelaku UMKM yang sedang memetakan peluang usaha di sektor ini juga bisa membaca anggaran Kementerian PU untuk 2026, karena proyek pembangunan kerap menjadi pasar bagi kontraktor dan pemasok bahan bangunan.
Catatan Kritis: Apa yang Belum Terjawab
Angka penyaluran adalah ukuran uang yang keluar, bukan ukuran rumah yang berdiri. Kementerian PKP, menurut Investortrust, menghitung pembiayaan demand sebagai dukungan Program 3 Juta Rumah, bukan sebagai pasokan rumah baru. Karena sekitar 74% demand adalah renovasi, kontribusinya terhadap penambahan jumlah rumah berbeda dari KPR subsidi.
Ada tiga hal yang belum bisa kami verifikasi dari sumber terbuka.
- Jumlah rumah baru dari jalur supply. Kementerian belum mengaitkan Rp10,03 triliun dengan jumlah unit rumah. Kami tidak menebaknya.
- Kredit macet atau NPL. Tidak ada data kualitas kredit dalam laporan yang kami temukan.
- Ketepatan sasaran. Fraksi PKB di DPR mendesak program 3 juta rumah tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah, menurut Bisnis.com. Tidak ada penilaian independen yang kami temukan atas aspek ini untuk KUR Perumahan.
Sebagai pembanding, FLPP mencatat 160.070 unit hingga September 2026, atau 45,73% dari targetnya, menurut Katadata. Artinya KUR Perumahan relatif lebih maju terhadap targetnya dibanding FLPP, dengan catatan target keduanya didefinisikan berbeda.
Untuk bentuk lain dari penyediaan hunian oleh pemerintah, lihat laporan kami tentang pembangunan 110 rumah layak huni oleh AHY. Gambaran proyek prioritas yang lebih luas ada di 7 infrastruktur prioritas Indonesia 2026.
FAQ — KUR Perumahan Tembus Rp29,1 Triliun per 31 Oktober, 119790 Debitur
Apa itu KUR Perumahan?
KUR Perumahan, atau Kredit Program Perumahan, adalah kredit bersubsidi bunga untuk sektor perumahan. Jalur supply untuk pengembang UMKM, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan. Jalur demand untuk perorangan yang membeli, membangun, atau merenovasi rumah. Penyalurannya lewat bank penyalur yang bekerja sama dengan pemerintah.
Berapa realisasi KUR Perumahan per 31 Oktober 2026?
Rp29,1 triliun untuk 119.790 debitur, menurut Kementerian PKP. Rinciannya demand Rp19,13 triliun (115.670 debitur) dan supply Rp10,03 triliun (4.120 debitur). Angka ini setara sekitar 71,6% dari target teknis Rp40,67 triliun.
Bagaimana cara mengajukan KUR Perumahan?
Tentukan jalur supply atau demand, siapkan dokumen identitas dan usaha, lalu ajukan ke bank penyalur. Bank akan menganalisis kelayakan, kemudian akad dan pencairan. Ketentuan dokumen dan bunga akhir berbeda per bank, jadi konfirmasi langsung.
Berapa plafon dan bunga KUR Perumahan?
Jalur supply: plafon Rp500 juta sampai Rp5 miliar dengan subsidi bunga 5%. Jalur demand: plafon Rp10 juta sampai Rp500 juta. Untuk bunga jalur demand, sumber media berbeda soal apakah 10% dan 5,5% adalah bunga atau subsidi, jadi verifikasi ke bank penyalur.
Apakah KUR Perumahan sama dengan KPR subsidi FLPP?
Tidak. FLPP membiayai KPR subsidi bagi pembeli rumah lewat BP Tapera. KUR Perumahan menyasar UMKM penyedia rumah dan perorangan yang membangun atau merenovasi. Keduanya bagian dari Program 3 Juta Rumah.
Disusun oleh Redaksi winrip-ibrd. Angka dan pernyataan diverifikasi per 02 November 2026 terhadap pemberitaan ANTARA, IDXChannel, Liputan6, inilah.com, Investortrust, Periskop, Bisnis.com, Kontan, dan Katadata. Bagian “Analisis Redaksi” adalah hitungan redaksi dari data publik.



