Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi memasuki tahap persiapan proyek pelebaran Jalan Parameswara. Proyek yang telah lama diwacanakan ini ditujukan untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah akibat tingginya volume kendaraan di salah satu ruas jalan utama Kota Palembang. Saat ini, Pemkot bersama sejumlah instansi terkait sedang melakukan survei lapangan, penyusunan kajian teknis, hingga persiapan pembebasan lahan yang diperkirakan mulai direalisasikan pada 2027.


winrip-ibrd – Kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di Jalan Parameswara menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Palembang. Ruas jalan yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis tersebut dinilai sudah tidak mampu lagi menampung pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sebagai langkah solusi jangka panjang, Pemkot Palembang mulai mematangkan rencana pelebaran Jalan Parameswara. Sejumlah instansi seperti Dinas PUPR Kota Palembang, Bappeda Litbang, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), hingga pemerintah kecamatan telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan proyek dapat direalisasikan sesuai kebutuhan kota di masa mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palembang, Kgs Sulaiman Amin, menyampaikan bahwa pelebaran jalan ini bukan hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga dirancang sebagai solusi transportasi jangka panjang hingga 20–30 tahun ke depan.

Kemacetan Jadi Alasan Utama

Jalan Parameswara merupakan salah satu koridor penting yang menghubungkan kawasan Demang Lebar Daun, Soekarno-Hatta, hingga akses menuju Musi II. Pertumbuhan kawasan permukiman, pusat perdagangan, dan aktivitas logistik menyebabkan lalu lintas di ruas ini semakin padat.

Pada jam sibuk, antrean kendaraan kerap terjadi terutama di beberapa titik persimpangan yang menjadi bottleneck atau penyempitan arus kendaraan. Kondisi tersebut membuat waktu tempuh masyarakat menjadi lebih lama dan berdampak pada efisiensi mobilitas perkotaan. Karena itu, pelebaran jalan dianggap sebagai salah satu solusi yang paling realistis untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas dan mengurangi tingkat kemacetan yang selama ini dikeluhkan warga.


Tahapan Persiapan yang Sedang Dilakukan

Saat ini proyek masih berada pada fase perencanaan dan persiapan teknis. Pemkot Palembang bersama BBPJN Wilayah V tengah melakukan evaluasi desain lama agar sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan.

Selain itu, sejumlah kajian lalu lintas dan kapasitas jalan juga sedang disusun untuk menentukan kebutuhan pelebaran yang paling ideal. Pemerintah tidak ingin proyek ini hanya menjadi solusi sementara, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Tahapan yang sedang dipersiapkan meliputi:

  1. Survei dan peninjauan lapangan.
  2. Penyusunan Detail Engineering Design (DED).
  3. Kajian lalu lintas dan kapasitas jalan.
  4. Penyusunan dokumen LRAP.
  5. Pengukuran bidang tanah terdampak.
  6. Penilaian harga lahan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
  7. Persiapan pembebasan lahan.

Data Pembaruan Terbaru dari Pemkot Palembang

Berikut perkembangan terbaru proyek pelebaran Jalan Parameswara berdasarkan informasi yang disampaikan Pemkot Palembang:

Komponen ProyekStatus Pembaruan
Status ProyekTahap persiapan dan kajian teknis
Instansi TerlibatPemkot Palembang, PUPR, Bappeda, BBPJN Wilayah V, BPTD
Fokus UtamaMengurangi kemacetan dan meningkatkan kapasitas jalan
Target PelebaranMenyesuaikan hasil kajian lapangan
Estimasi Lebar JalanSekitar 14 meter dengan 4 lajur dua arah
Penilaian Lahan KJPPDitargetkan selesai Desember 2026
Pembebasan LahanDiperkirakan mulai 2027
Sumber PendanaanSharing budget APBD Kota, APBD Provinsi, dan APBN
Jangka Manfaat Proyek20–30 tahun ke depan

Pembebasan Lahan Menjadi Tantangan Utama

Salah satu tantangan terbesar dalam proyek ini adalah proses pembebasan lahan. Sepanjang Jalan Parameswara terdapat banyak bangunan, mulai dari rumah warga, ruko, tempat usaha, hingga fasilitas umum yang berpotensi terdampak oleh pelebaran jalan.

Karena itu, Pemkot Palembang memilih melakukan pendekatan secara bertahap melalui proses pengukuran lahan dan penilaian harga yang dilakukan oleh KJPP. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh tahapan akan mengikuti ketentuan yang berlaku agar hak masyarakat tetap terlindungi.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Kemas Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa proses penentuan nilai lahan diperkirakan selesai pada akhir tahun ini, sehingga proses pembebasan lahan dapat mulai direalisasikan pada anggaran tahun 2027.


Dukungan Pemprov Sumsel dan Pemerintah Pusat

Proyek pelebaran Jalan Parameswara tidak hanya menjadi agenda Pemkot Palembang, tetapi juga masuk dalam pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah pusat.

Gubernur Sumsel Herman Deru sebelumnya menyatakan kesiapan Pemprov untuk mendukung berbagai program strategis Kota Palembang, termasuk pelebaran Jalan Parameswara yang dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Skema pembiayaan yang disiapkan menggunakan pola sharing budget antara APBD Kota Palembang, APBD Provinsi Sumsel, serta APBN melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional. Dengan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap proyek dapat berjalan lebih optimal tanpa membebani satu sumber pendanaan saja.


Masyarakat Menyambut Positif

Rencana pelebaran Jalan Parameswara juga mendapat respons positif dari sebagian masyarakat dan pelaku usaha yang berada di sekitar lokasi. Banyak warga menilai kemacetan di ruas tersebut sudah berlangsung cukup lama sehingga diperlukan solusi nyata dari pemerintah.

Beberapa pedagang bahkan menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut karena diyakini dapat memperlancar arus kendaraan dan meningkatkan aksesibilitas kawasan. Meski demikian, masyarakat berharap proses pembebasan lahan dan pelaksanaan proyek nantinya dilakukan secara transparan dan memperhatikan kepentingan warga terdampak.


Pelebaran

Pelebaran Jalan Parameswara kini resmi memasuki tahap persiapan dengan fokus pada survei lapangan, penyusunan desain teknis, kajian lalu lintas, serta persiapan pembebasan lahan. Proyek ini menjadi salah satu program strategis Pemkot Palembang untuk mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan tersebut. Dengan dukungan Pemprov Sumsel dan pemerintah pusat, proyek pelebaran jalan diharapkan dapat mulai memasuki tahap realisasi dalam beberapa tahun mendatang dan menjadi solusi transportasi jangka panjang bagi Kota Palembang.

Referensi

  1. Sumsel Update – Atasi Macet Parah, Jalan Parameswara Palembang Segera Diperlebar.
  2. Sumsel Pers – Pemkot Palembang Matangkan Pelebaran Jalan Parameswara.
  3. Sumatera Ekspres – Tahun Depan Pembebasan Lahan untuk Proyek Pelebaran Jalan Parameswara.
  4. Berita Sumatera – Sinergitas Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel Dorong Pembangunan Kota.
  5. PALTV – Pedagang Dukung Wacana Pelebaran Jalan Parameswara.

Explore More

Target Penyelesaian Pembangunan Sekolah Rakyat, Masa Depan Pendidikan Indonesia?

Pembangunan

winrip-ibrd – Indonesia lagi ada di fase yang cukup menarik dalam pembangunan sektor pendidikan. Pemerintah sekarang bukan cuma fokus ke kurikulum atau digitalisasi belajar aja, tapi juga mulai serius memperluas

Tol Baru Sumsel Senilai Rp26 Triliun Segera Dibangun, Mobilitas dan Ekonomi Diprediksi Makin Ngebut!

Ekonomi

winrip-ibrd – Sumatera Selatan (Sumsel) bakal punya proyek infrastruktur jumbo lagi. Pemerintah dikabarkan segera memulai pembangunan jalan tol baru dengan nilai investasi mencapai Rp26 triliun. Proyek ini langsung jadi perhatian

Jembatan Suramadu di Tutup Sementara, Petugas Lakukan Pengujian Dinamis Struktur 2026

Jembatan Suramadu

winrip-ibrd – Aktivitas di Jembatan Suramadu pada Rabu (15/4/2026) mengalami penyesuaian lalu lintas setelah petugas melakukan penutupan sementara secara berkala. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari pengujian dinamis struktur jembatan,